MAKALAH
RUANG LINGKUP SOSIOLOGI POLITIK
Diajukan
untuk memenuhi tugas mata kuliah SOSIOLOGI POLITIK yang dibimbing oleh :
Dra. Inne
Sunarti, M.Si
Elin Rosliani,
M.Pd
Disusun oleh :
Nama : Adi rosdiana
NPM : 12500008
Jurusan / Prodi : PIPS / PPKn
Semester / Kelas : 4 (empat) / II (A)
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
STKIP PASUNDAN CIMAHI
2014
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita
panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, bahwasanya kita masih bisa diberikan kesehatan jasmani
serta rohani, Dan penulis bisa menyelesaikan makalah sosiologi politik ini.
Dalam
penyelesaian makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena
itu, pada kesempatan penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu
Inne Sunarti selaku dosen dan Ibu Elin Rosliani selaku asisten dosen Mata
Kuliah Sosiologi Politik yang telah memberikan tugas ini kepada penulis
sehingga penulis bisa belajar dan menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat
waktu.
2. Kedua
orang tua penyusun yang telah mendidik kepada penyusun, dan
3. Teman-teman
semua.
Penyusun menyusun makalah ini dengan sebaik mungkin.
Namun, jika terdapat kekurangan dalam penyusunan makalah ini, penyusun sangat
mengharap kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun
khususnya dan pembaca pada umumnya.
Cimahi,
November 2013
Penyusun
ADI ROSDIANA
12500008
|
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Politik
adalah suatu proses dimana masyarakat memutuskan bahwa aktivitas tertentu
adalah lebih baik dari yang lain dan harus dilaksanakan. Dengan demikian
struktur politik meliputi struktur hubungan antara manusia dengan pemerintah.
Selain itu, struktur politik merupakan bangunan yang nampak secara jelas
(kongkret) dan yang tak nampak secara jelas. faktor-faktor yang bersifat
informal (tidak atau kurang resmi) yang dalam kenyataan mempengaruhi cara kerja
aparat masyarakat untuk mengemukakan, menyalurkan, menerjemahkan, mengkonversi
tuntutan, dukungan, dan masalah tertentu dimana tersangkut keputusan yang
berhubungan dengan kepentingan umum. Lembaga yang dapat disebut sebagai mesin
politik resmi atau formal, yang dengan absah mengidentifikasi segala masalah, menentukan
dan menjalankan segala keputusan yang mengikat seluruh anggota masyarakat untuk
mencapai kepentingan umum.
Struktur politik oleh tokoh politik Soekarno adalah kabinet gotong-royong
dimana anggota kabinet dianggap sebagai anggoata keluarga yang rukun. Dewan
Nasional dan Kabinet gotong-royong dibentuk presiden pada tanggal 21 Februari
1957. yang disetujui oleh partai-partai hanyalah pembentukan Denas , denas ini
langsung di ketuai oleh Presiden dengan anggotanya sebanyak 42 orang. Wakil
ketua merangkap Sekretaris badan ini adalah Ruslan Abdoelgani, sedang anggota
terdiri atas apa yang ketika itu disebut golongan fungsional. Tokoh politik
yang menjabat presiden (kepala negara dan
kepala pemerintahan menurut UUD 1945) meningkatkan program pengembalian irian
barat yang puncaknya dicanangkan pada tanggal 19 Desember 1961 yang kemudian
terkenal dengan Tri Komando Rakyat
(Trikora). Dalam operasi mandala yang dilancarkan untuk mengendaliakan irian
barat, tokoh politik mendapat dukungan dari angkatan bersenjata, dan juga dari
PKI yang ketika itu berorientasi ke Moskow dan dapat mengusahakan persenjaraan
modern dari Uni Soviet.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana
struktur dan fungsi politik ?
2.
Bagaimana sistem pemerintahan dan
demokrasi ?
C. Tujuan
1. Mengetahui
struktur dan fungsi politik
2. Mengetahui
sistem pemerintahan dan demokrasi
BAB II
PEMBAHASAN
A. STRUKTUR DAN FUNGSI POLITIK
Struktur politik adalah susunan
komponen-komponen politik yang saling berhubungan satu sama lain atau secara
fungsional diartikan sebagai pelembagaan hubungan antara komponen-komponen yang
membentuk sistem politik. Struktur politik suatu negara menggambarkan susunan
kekuasaan di dalam negara itu. Struktur politik mempunyai kaitan yang erat
dengan struktur-struktur lainnya yang ada di dalam masyarakat, seperti struktur
ekonomi, struktur sosial, dan struktur budaya. Keseluruhan struktur-struktur
ini membentuk bangunan masyarakat. Struktur politik Indonesia diatur dalam UUD
1945 dan peraturan perundang-undangan lainnya, yang secara garis besar terdiri
atas suprastruktur dan infrastruktur politik. Berdasarkan kategori lain,
struktur politik dibagi atas struktur politik formal dan struktur politik
informal. Struktur politik merupakan keseluruhan bagian atau komponen (yang
berupa lembaga-lembaga) dalam suatu sistem politik yang menjalankan fungsi atau
tugas tertentu. Umumnya struktur yang dimiliki oleh suatu sistem politik
terdapat beberapa kategori seperti, kelompok kepentingan, partai politik, badan
peradilan, dewan eksekutif, legislative, birokrasi dsb. Akan tetapi struktur
tersebut tidak banyak membantu dalam memperbandingkan satu system politik yang
satu terhadap system politik yang lainnya terkecuali struktur politik tersebut
berjalan beriringan dengan fungsi dari system politik itu sendiri, atau dengan
kata lain struktur dapat efektif dan tertata sejauh fungsinya sesuai dengan
system politik yang ada.
Guna
komunikasi politik adalah untuk menghubungkan pikiran politik yang hidup dalam
masyarakat baik pikiran intra golongan, institut, asosiasi ataupun sektor
kehidupan politik masyarakat dengan sektor pemerintahan.
Keempat fungsi diatas
sering disebut dengan fungsi input, yang oleh Almond dan Coleman disederhanakan
menjadi :
·
Political ssocialization
and recruitment
·
Interest articulation
·
Interest aggregation
·
Political communication
Tantangan
yang dihadapi sistem politik Indonesia antara lain juga berhubungan dengan
perkembangan diversifikasi komoditi ekspor. Bila usaha ekstraktif eksploitasi
kayu dan rempah-rempah tidak di hitung, maka hasil pertanian hanya berkisar
11,6% dari empat jenis kelompok komoditi dimana minyak bumi meliputi 68,9%. Hal
itu akan nampak dalam peranan ekspor komoditi nonmigas yang makin lama makin
meningkat. Persoalan yang cukup rumit menjadi masalah bagi sistem politik indonesia
yang berhubungan dengan peranan golongan tani ialah hal bahwa pulau jawa yang
hanya meliputi 6% dari luas wilayah indonesia, dari kepadatan penduduk
rata-rata 607 orang/km2 atau di diami oleh 81,8 juta dari 129,1 juta penduduk
Indonesia. Ini berarti bahwa rata-rata petani hanya mengolah tanah 0,5 Ha.
Dapat dimengerti mengapa dalam pelita misalnya, terdapat serangkaian program
yang memprioritaskan sektor pertanian. golongan buruh merupakan kelompok yang
memperoleh kehidupan dari penyumbangan tenaga dalam proses produksi. Mereka
rata-rata hidup di kota-kota atau sekitarnya, karena disanalah kebanyakan
industri berdiri. Penduduk kota di Indonesia di perkirakan sebanyak 17%.
Golongan
menengah merupakan kelompok masyarakat yang mempunyai kehidupan diluar pengolahan
tanah dan “penjualan tenaga” secara langsung. Profesi mereka kebanyakan seperti
dokter, advokat, pegawai negeri, pemilik modal atau usahawan.
Golongan
intelegensia ialah kelompok yang berkat kelebihan pengetahuannya dibandiangkan
dengan rakyat kebanyakan mempunyai gagasan, idealisme dan konsepsi tentang
masyarakat bagaimana sebaiknya diwujudkan. Intelegensia ini sangat sedikit
jumlahnya, tetapi sangat potensial dan berperan. Kriterium golongan ini lebih bersifat berhubungan dengan soal
kemampuannya dan sikap mentalnya yang menghendaki kemajuan berbagai bidang.
Intelegensia dalam perwujudannya lebih lanjut dapat menyebar menjadi rupa-rupa
pengelompokan formal seperti administrator, militer, anggota parpol, atau
berdiri sendiri sebagai tokoh politik.
1. Fungsi Politik
Fungsi politik adalah pemenuhan tugas dan tujuan
struktur politik. Jadi, suatu struktur politik dapat dikatakan berfungsi
apabila sebagian atau seluruh tugasnya terlaksana dan tujuannya tercapai. Oleh
karena itu, struktur politik di bedakan atas infrastruktur politik, yaitu
struktur politik masyarakat atau rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat,
sektor politik masyarakat, dan suprastruktur politik, yaitu struktur politik
pemerintahan, sektor pemerintahan, suasana pemerintahan, Sektor politik pemerintahan. Fungsi
yang di tunaikan oleh struktur politik masyarakat meliputi :
a.
pendidikan politik, yaitu
untuk meningkatkan pengetahuan politik rakyat dan agar mereka dapat
berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. Pendidikan politik ini
dapat diselenggarakan melalui bahan bacaan seperti surat kabar, siaran radio,
televisi, dan lembaga atau asosiasi dengan cara pemberian materi politik kepada
masyarakat.
b.
Mempertemukan kepentingan
yang aneka ragam dan nyata-nyata hidup dalam masyarakat. Dengan adanya
interaksi dan kerjasama, maka dapat terwujud pola hubungan baru yang disebut
pola akomodasi atau penyesuaian. Fungsi ini disebut fungsi artikulasi
kepentingan (interest articulation function).
c.
Agregasi kepentingan,
yaitu menyalurka segala hasrat/aspirasi dan pendapat masyarakat kepada pemegang
kekuasaan yang berwenangagar tuntutan atau dukungan menjadi perhatian dan
menjadi keputusan politik. Fingsi ini disebut fungsi agregatif (aggregative
function).
d.
Seleksi kepemimpinan,
yaitu menyelenggarakan pemilihan pemimpin atau calon pemimpin bagi masyarakat.
Penyelenggaraan seleksi ini di lakukan secara terencana dan teratur berdasarkan
hukum kemasyarakatan dan norma serta harapan masyarakat. Herman Finner menguraikan
sifat-sifat ideal seorang pemimpin, yaitu yang mempunyai kesadaran, kebulatan
pandangan.
Dalam suatu negara Politik sangat berguna
sebagai pengatur kehidupan masyarakatnya, jika tidak ada Politik dalam suatu
negara, maka kehidupan suatu negara akan menjadi berantakan, tidak ada tujuan,
tidak ada undang-undang, tidak ada hukum dan tidak ada yang mengatur kehidupan
negara, hal ini yang membuat politik sangat diperlukan dalam kehidupan
bernegara. Adapun fungsi politik sebagai berikut :
·
Perumusan kepentingan
·
Pemaduan kepentingan
·
Pembuatan kebijakan umum
·
Penerapan kebijakan
·
Pengawasan pelaksanaan kebijakan
2. Fungsi Politik Lainnya
Apabila kita bisa mengetahui bagaimana
bekerjanya suatu keseluruhan system, dan bagaimana lembaga-lembaga politik yang
terstruktur dapat menjalan fungsi barulah analisa perpandingan politik dapat
memiliki arti. Lembaga politik mempunya tiga fungsi sebagaimana yang telah
digambarkan oleh prof Almond sebagai berikut :
- Sosialisasi politik. Merupakan fungsi untuk mengembangkan dan memperkuat sikap-sikap politik di kalangan penduduk, atau melatih rakyat untuk menjalankan peranan-peranan politik, administrative, dan yudisial tertentu.
- Rekruitmen politik. Merupakan fungsi penyeleksian rakyat untuk kegiatan politik dan jabatan pemerintahan melalui penampilan dalam media komunikasi, menjadi anggota organisasi, mencalonkan diri untuk jabatan tertentu, pendidikan, dan ujian.
- komunikasi politik. Merupakan jalan mengalirnya informasi melalui masyarakat dan melalui berbagai struktur yang ada dalam system politik. Ketiga fungsi diatas tidak secara langsung terlibat dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan instansi Negara, akan tetapi peranannya sangat penting dalam cara bekerja system politik
- Artikulasi Kepentingan. Merupakan proses penentuan kepentingan-kepentingan yangdikehendaki dari sistem politik. Dalam hal ini rakyat menyatakankepentingan-kepentingannya yang dikehendaki dari sistem politik,kepentingan mereka kepada lembaga-lembaga atau pemerintah melaluikelompok-kelompok kepentingan yang mereka bentuk bersama oranglain dan juga memiliki kepentingan yang sama, atau seperti dalamsistem politik tradisional, kadang-kadang mengatakan kepentingannyapada pejabat pemerintah.
- Agregasi Kepentingan. Merupakan proses perumusan alternatif dengan jalan penggabungan atau penyesuaian kepentingan-kepentingan yang telah diartikan atau dengan merekrut calon-calon pejabat yang menganut pola kebijaksanaan tertentu.
B. SISTEM PEMERINTAHAN DAN DEMOKRASI
Sistem
pemerintahan adalah sistem
yang dimiliki suatu negara dalam mengatur pemerintahannya. Sistem
pemerintahan mempunyai sistem dan tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara
itu. Namun di beberapa negara sering terjadi tindakan separatisme karena sistem
pemerintahan yang dianggap memberatkan rakyat ataupun merugikan rakyat. Sistem
pemerintahan mempunyai fondasi yang kuat dimana tidak bisa diubah dan menjadi
statis. Jika suatu pemerintahan mempunya sistem pemerintahan yang statis,
absolut maka hal itu akan berlangsung selama-lamanya hingga adanya desakan kaum
minoritas untuk memprotes hal tersebut. Secara luas berarti sistem pemerintahan
itu menjaga kestabilan masyarakat, menjaga tingkah laku kaum mayoritas maupun
minoritas, menjaga fondasi pemerintahan, menjaga kekuatan politik, pertahanan, ekonomi,
keamanan sehingga menjadi sistem pemerintahan yang kontinu dan demokrasi dimana
seharusnya masyarakat bisa ikut turut andil dalam pembangunan sistem
pemerintahan tersebut.Hingga saat ini hanya sedikit negara yang bisa
mempraktikkan sistem pemerintahan itu secara menyeluruh. Secara sempit, sistem
pemerintahan hanya sebagai sarana kelompok untuk menjalankan roda pemerintahan
guna menjaga kestabilan negara dalam waktu relatif lama dan mencegah adanya
perilaku reaksioner maupun radikal dari rakyatnya itu sendiri.
Sistem pemerintahan Indonesia berdasarkan undang
– undang dasar 1945 sistem pemerintahan Negara Republik Indonesia adalah
sebagai berikut :
Ø Negara Indonesia berdasarkan atas hukum, tidak
berdasarkan kekuasaan belaka
Ø Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi (hukum
dasar) tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas)
Ø Kekuasaan Negara yang tertinggi berada di tangan
majelis permusyawaratan rakyat
Ø Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang
tertinggi dibawah MPR. Dalam menjalankan pemerintahan negara kekuasaan dan
tanggung jawab adalah ditangan prsiden
Ø Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR. Presiden
harus mendapat persetujuan dewan perwakilan rakyat dalam membentuk undang –
undang dan untuk menetapkan anggaran dan belanja Negara
Ø Menteri Negara adalah pembantu presiden yang
mengangkat dan memberhentikan menteri negara. Menteri Negara tidak bertanggung
jawab kepada DPR
Ø Kekuasaan kepala Negara tidak terbatas. presiden harus
memperhatikan dengan sungguh – sungguh usaha DPR.
Menurut
klasifikasinya ,sistem pemerintahan terbagi menjadi dua yaitu :
·
sistem pemerintahan parlementer
(parliamentary executive / cabinet goverment system) Sistem parlementer adalah
sebuah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam pemerintahan. Dalam hal
ini parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan parlemen pun dapat menjatuhkan pemerintahan, yaitu
dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya.
·
sistem pemerintahan presidensial (non
parliamentary / fixed executive). Sistem
presidensial (presidensial), atau disebut juga
dengan sistem kongresional,
merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan
terpisah dengan kekuasan legislatif.
2. Demokrasi
Demokrasi adalah bentuk atau mekanisme
sistem pemerintahan suatu negara sebagai upaya mewujudkan kedaulatan rakyat
(kekuasaan warganegara) atas negara untuk dijalankan oleh pemerintah negara
tersebut. Salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang membagi
ketiga kekuasaan politik negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk
diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan
berada dalam peringkat yg sejajar satu sama lain. Kesejajaran dan independensi
ketiga jenis lembaga negara ini diperlukan agar ketiga lembaga negara ini bisa
saling mengawasi dan saling mengontrol berdasarkan prinsip checks and balances.
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara
tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk
mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan
yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan
rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan
legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat
atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat
yang diwakilinya (konstituen) dan yang memilihnya melalui proses pemilihan umum
legislatif, selain sesuai hukum dan peraturan.
Isitilah “demokrasi” berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena
kuno pada abad ke-5 SM. Negara tersebut biasanya dianggap sebagai contoh awal
dari sebuah sistem yang berhubungan dengan hukum demokrasi modern. Namun, arti
dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah
berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem “demokrasi”
di banyak negara.
Kata “demokrasi” berasal dari dua kata,
yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan,
sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita
kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Konsep
demokrasi menjadi sebuah kata kunci tersendiri dalam bidang ilmu politik.
3. Prinsip Demokrasi
Prinsip demokrasi dan prasyarat dari
berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Prinsip-prinsip
demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan
"soko guru demokrasi". Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah :
2.
Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang
diperintah;
6.
Pemilihan yang bebas dan jujur;
8.
Proses hukum yang wajar;
4. Bentuk – bentuk Demokrasi
Secara umum terdapat dua
bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.
1.
Demokrasi Langsung merupakan suatu bentuk demokrasi
dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu
keputusan. Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri
dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung
terhadap keadaan politik yang terjadi. Sistem demokrasi langsung digunakan pada
masa awal terbentuknya demokrasi di Athena dimana ketika terdapat suatu
permasalahan yang harus diselesaikan, seluruh rakyat berkumpul untuk
membahasnya. Di era modern sistem ini menjadi tidak praktis karena
umumnya populasi suatu negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat dalam
satu forum merupakan hal yang sulit. Selain itu, sistem ini menuntut
partisipasi yang tinggi dari rakyat sedangkan rakyat modern cenderung tidak
memiliki waktu untuk mempelajari semua permasalahan politik negara.
2.
Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih
perwakilan melalui pemilihan umum untuk
menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.
5. Ciri – ciri Demokrasi
Dalam perkembangannya, demokrasi
menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Ciri-ciri suatu pemerintahan
demokrasi adalah sebagai berikut :
1.Adanya keterlibatan warga negara
(rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik
langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
2.Adanya pengakuan, penghargaan, dan
perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara).
4.Adanya lembaga peradilan dan
kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum
6.Adanya pers (media massa) yang bebas
untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.
7.Adanya pemilihan umum untuk memilih
wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
8.Adanya pemilihan umum yang bebas,
jujur, adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta
anggota lembaga perwakilan rakyat.
9.Adanya pengakuan terhadap perbedaan
keragamaan (suku, agama, golongan, dan sebagainya).
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
setelah
menguraikan makalah tentang struktur dan fungsi politik ,sistem pemerintahan
dan demokrasi, maka pada bab ini penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai
berikut:
1. Struktur politik oleh tokoh politik Soekarno
adalah kabinet gotong-royong dimana anggota kabinet dianggap sebagai anggoata
keluarga yang rukun. Dewan Nasional dan Kabinet gotong-royong dibentuk presiden
pada tanggal 21 Februari 1957. yang disetujui oleh partai-partai hanyalah pembentukan
Denas , denas ini langsung di ketuai oleh Presiden dengan anggotanya sebanyak
42 orang. Wakil ketua merangkap Sekretaris badan ini adalah Ruslan Abdoelgani,
sedang anggota terdiri atas apa yang ketika itu disebut golongan fungsional.
Tokoh politik yang menjabat presiden (kepala negara dan kepala pemerintahan
menurut UUD 1945) meningkatkan program pengembalian irian barat yang puncaknya
dicanangkan pada tanggal 19 Desember 1961 yang kemudian terkenal dengan Tri
Komando Rakyat (Trikora). Dalam operasi mandala yang dilancarkan untuk
mengendaliakan irian barat, tokoh politik mendapat dukungan dari angkatan
bersenjata, dan juga dari PKI yang ketika itu berorientasi ke Moskow dan dapat
mengusahakan persenjaraan modern dari Uni
Soviet.
2. Fungsi politik adalah pemenuhan tugas dan tujuan
struktur politik. Jadi, suatu struktur politik dapat dikatakan berfungsi
apabila sebagian atau seluruh tugasnya terlaksana dan tujuannya tercapai. Oleh
karena itu, struktur politik di bedakan atas infrastruktur politik, yaitu
struktur politik masyarakat atau rakyat, suasana kehidupan politik masyarakat,
sektor politik masyarakat, dan suprastruktur politik, yaitu struktur politik
pemerintahan, sektor pemerintahan, suasana pemerintahan, Sektor politik pemerintahan.
3. Sistem pemerintahan adalah sistem yang dimiliki suatu negara dalam
mengatur pemerintahannya. Sistem pemerintahan mempunyai sistem dan
tujuan untuk menjaga suatu kestabilan negara itu.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.damandiri.or.id/file/buku/buku3haryono2005bab2.pdf
http://www.undp.or.id/pubs/imdg2005/BI/TUJUAN%201.pdf
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf
http://ejournal.umm.ac.id/index.php/humanity/article/view/156/0
http://www.p2kp.org/wartaprint.asp?mid=1495&catid=2&
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf
http://www.undp.or.id/pubs/imdg2005/BI/TUJUAN%201.pdf
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf
http://ejournal.umm.ac.id/index.php/humanity/article/view/156/0
http://www.p2kp.org/wartaprint.asp?mid=1495&catid=2&
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf

Tidak ada komentar:
Posting Komentar